Thursday, December 1, 2022
Jurnal Nusantara
HomeNasionalMuhammadiyah untuk Semua, Hadirkan Program Air Bersih di Desa Tliu NTT

Muhammadiyah untuk Semua, Hadirkan Program Air Bersih di Desa Tliu NTT

JURNALNUSANTARA.NET – Program air bersih di Desa Tliu ini berjalan melalui suatu proses yang sangat panjang. Mulai dari satu kesadaran bersama dari masyarakat Tliu itu sendiri, kemudian dari Muhammadiyah — khususnya Cabang Amanuban Timur — bagaimana berpikir dan bertindak mengatasi satu persoalan bersama yang dihadapi masyarakat adalah ketersediaan air yang mencukupi, mengingat kondisi di Amanuban Timur juga rawan ketersediaan sumber air.

Seperti disampaikan Nurul Yamin, Ketua Majelis Pembinaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah — sekaligus Sekretaris Panitia Pusat Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah — dalam Doorstop Afiliasi #5 mengangkat tema Jejak Air Bersih Tliu, yang Muhammadiyah Berbagi untuk Negeri, Rabu (7/9/2022), kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan peresmian program pembangunan air bersih Tliu, Amanuban, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur

Yamin menyebut, program ini mendapat dukungan dari para pihak dan masyarakat di Desa Tliu, mulai dari Ketua Adat, perangkat desa, juga melibatkan sinergi dan kolaborasi di internal persyarikatan Muhammadiyah seperti perguruan tinggi.

Menurut Yamin, dari permasalahan yang dialami masyarakat, MPM PP Muhammadiyah kemudian berupaya bersama masyarakat dan sekitar tahun 2019 sumber air sudah ditemukan. “Tetapi kita kaji terlebih dahulu kapasitasnya, kita kaji terlebih dahulu kebutuhan masyarakatnya sehingga pada hari ini bisa kita resmikan,” kata Yamin.

Kerja dakwah Muhammadiyah ini, disebut Yamin, merupakan suatu dakwah yang secara langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan bersama.

Pemberdayan masyarakat yang dilakukan Muhammadiyah bukan semata-mata persoalan kemanusiaan, tapi itu berderap dan bergerak karena kesadaran illahiyah-Nya. “Karena Muhammadiyah adalah gerakan Islam amar makruf, tetapi di dalam hal kemanusiaan menganut prinsip rahmatan lil ‘alamin,” kata Yamin, yang berharap kehadiran Muhammadiyah dapat selalu membawa manfaat bagi bersama.

Sofyan Anis, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta — yang juga pernah berkunjung ke Tliu — merupakan saksi sejarah bagaimana kondisi di Tliu saat itu, tepatnya sekitar tahun 2017.

Ia yang berkunjung dan melakukan pembangunan beberapa ruang kelas menyebut keterbatasan air sangat terasa.

Keterbatasan sumber daya air yang bisa diperoleh, kebutuhan masjid saja belum bisa terpenuhi untuk wudhu, ini adalah rencana Allah SWT. “Karena yang kita lakukan adalah untuk membangun masyarakat yang Islami, penuh toleransi di Desa Tliu ini ada dari beragam agama, tentu ini merupakan rahmat Allah SWT,” papar Sofyan Anis.

Lebih lanjut Sofyan berjanji setelah pelaksanaan Muktamar ke-48, yang mana UMS merupakan tuan rumah, ia beserta tim akan berkunjung kembali ke Tliu untuk melakukan survei.

Bukan hanya untuk menyempurnakan pembangunan air yang ada, tapi berusaha memanage sumber daya air yang ada. “Sehingga bukan hanya Desa Tliu tapi juga desa tetangganya bisa menikmati air bersih ini,” ungkap Sofyan, yang menyebutkan akan melibatkan teman-teman dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang lain dan meningkatkan sumber daya alam yang lain seperti jagung dan pisang yang belum dibudidayakan secara maksimal.

Dengan adanya air ini akan bisa dimaksimalkan sumber daya alam yang ada sehingga bisa menjadi potensi pengembangan potensi di masyarakat. Sehingga Tliu bisa menjadi daerah Muhammadiyah yang berkemajuan.

Zainur Wula selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, menyebut, hasil yang diperoleh ini bisa tercapai maksimal bukan karena upaya sendiri. “Akan tetapi ada kontribusi kerja sama termasuk dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia,” kata Zainur Wula.

Di Tliu ini, Zainur menyebut Muhammadiyah bukan hanya telah membangun program air bersih. “Akan tetapi telah melakukan pembangunan SD Muhammadiyah Tliu yang diresmikan pada tahun 2019 oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah,” paparnya.

Pada waktu itu baru ada 3 lokal dan didorong terus oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk melakukan kolaborasi dan koordinasi finansial dengan berbagai Perguruan Tinggi.

Zainur menyebut PTM itu seperti UMY, UMS, UHAMKA, telah mendukung pembangunan sarana pendidikan yang terus berlanjut hingga kini.

Terwujudnya program air bersih ini, disebut Zainur, bukan hanya karena Muhammadiyah. “Tetapi yang paling penting adalah masyarakat setempat, yakni masyarakat Tliu yang di bawah PCM dan kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dari lintas agama memberikan supporting yang kokoh. “Persatuan mereka mendorong lahirnya air bersih dan sekolah-sekolah di Tliu ini adalah kontribusi dari semua pihak. Kami berharap kehadiran air dapat semakin memperkokoh persatuan, kesatuan, dan kerukunan masyarakat Tliu,” kata Zainur.

Disampaikan Zainur, pihaknya akan terus berkoordinasi untuk dapat mewujudkannya sehingga juga dapat mewujudkan Muhammadiyah untuk semua, air untuk semua, dan sekolah untuk semua.

Air tidak akan berhenti tetapi terus berlanjut dari generasi dan generasi. Begitu juga pendidikan di Tliu ini akan diupayakan mendirikan sekolah tingkat selanjutnya.

Rektor UHAMKA, Gunawan Suryoputro, menyampaikan apresiasinya kepada MPM PP Muhammadiyah — juga kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang — yang telah menggunakan berbagai upaya dan bekerja keras melakukan strategi serta analisa tajam untuk memetakan permasalahan yang ada di Desa Tliu.

UHAMKA, menurut Gunawan, sejak kepemimpinan rektor sebelumnya turut berupaya mendukung dakwah Muhammadiyah di Desa Tliu. “Dan kontribusi yang saat ini diberikan oleh UHAMKA senilai 200 juta rupiah adalah hal yang seharusnya,” kata Gunawan.

Menurutnya, ke depan UHAMKA akan terus bersama Muhammadiyah memberikan kontribusi bagi Desa Tliu. Tentu, masalahnya pasti banyak. “Dan tentu kita terus mengidentifikasi satu per satu kebutuhan utama yang diperlukan oleh masyarakat,” kata Gunawan.

Kodir, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Amanuban, NTT, menyebutkan, hadirnya air dan layanan pendidikan di Tliu adalah bukti nyata dari jamaah yang bekerja keras dan cerdas untuk mewujudkannya.

Menurut Kodir, hadirnya air di Tliu ini bahkan bisa dimanfaatkan secara lebih luas. “Karena bukan hanya digunakan di Desa Tliu saja, tapi sudah ada tiga kampung yang mendapatkan manfaatnya,” kata Gunawan.

Selain itu, air juga dimanfaatkan untuk masjid, sekolah dan juga pertanian.

Thimotius Natonis selaku Kepala Desa Tliu menyampaikan apreasiasi dan terima kasih atas kehadiran Muhammadiyah di Desa Tliu.

Ia menyampaikan, kehadiran air bersih di Tliu yang diinisiasi Muhammadiyah ini membawa manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat di Tliu yang dihuni warga dengan tiga agama: Kristen Protestan, Islam dan Katolik.

“Bukan saya punya atau bapak ibu punya, kita berpegang pada bahasa bahwa air bersama, Muhammadiyah bersama, pendidikan kita bersama, maka jalan Tliu adalah jalan bersama,” pungkasnya. (Fan)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru