Saturday, November 26, 2022
Jurnal Nusantara
HomeDaerahYastroki Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Stroke

Yastroki Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Stroke

JURNALNUSANTARA.NET – Penyandang stroke, siapapun mereka, harus melepas rasa malu dan malas jika ingIn berangsur sembuh. Malas dan malu justru memperparah stroke.

Salah satu terapi hebat adalah olahraga ringan rutin tanpa henti selama empat bulan. Terapi yang bersifat alternatif dan obat, seolah tidak memberi jaminan akan kesembuhan para strokers.

“Saya pernah ketika awal kena stroke dulu, nekat bersepeda keliling Ringroad selama tiga jam sampai saya ambruk di sekitar terminal Giwangan,” kata Prof Dr Timbul Raharjo, Owner Candi Tirto Raharjo, di depan 40 orang penyandang stroke dan pendamping stroke, yang sering disebut care giver anggota Yastroki DIY.

Sengaja, para strokers yang biasanya setiap Selasa pagi melakukan terapi di sekitar Hepi Embung Tambakboyo Condongcatur, Sleman, pada 30 Agustus 2022 berkunjung ke candi di kawasan Kasongan, Bantul, untuk mengkampanyekan hidup sehat tanpa stroke sekaligus mendengar cerita bagaimana seorang seniman dan sekaligus dosen ISI Yogyakarta itu melawan stroke.

“Kuncinya jangan malu dan malas,” kata Timbul.

Selama ini, penyandang stroke seolah merasakan tamatlah kehidupannya. Karena tidak bisa beraktifitas normal akibat stroke. Siapapun sangat mudah terkena stroke dan banyak yang tidak menyadari tanda-tandanya.

“Saya dulu juga heran kenapa kena stroke dan setelah saya mawas diri, di antaranya karena terlalu capek dan banyak pikiran, terlalu bernafsu mengejar serta mengerjakan pekerjaan,” kata Timbul, seniman yang memulai membuat gerabah di Kasongan ini.

Timbul sadar, melawan stroke adalah tidak boleh malas dan tidak boleh malu dengan keadaan. “Malah kita tertawa, menertawakan diri sendiri karena jalannya bergoyang dan omongannya kembali cedal,” kelakar Timbul sambil tertawa.

Silaturahmi para strokers itu terasa sangat istimewa karena secara serentak melakukan senam Bio Energy Power yang dipimpin Sudjarwo, mantan Bupati di Papua, yang juga sedang bersemangat melawan stroke yang dideritanya.

Selain senam, juga bernyanyi membentuk satu paduan suara yang menyanyikan pesan-pesan agar orang yang kena stroke tetap semangat dan hidup harus lebih memberi makna untuk siapa saja.

Bambang Hiundrarso, salah satu pengurus Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) DIY, menyampaikan rasa bahagia dan kagumnya kepada para penyandang stroke, yang tanpa malu tetap semangat berjuang meraih pemulihan.

Kata Bambang, kita harus berani berolahraga ringan selama empat bulan tanpa henti dan hidup tanpa beban. “Insya Allah imun bahagia dan semangat akan memacu adrenalin meraih kesembuhan,” kata Bambang.

Bagi Bambang, kunci kesembuhan bagi para penyandang stroke itu jangan malas bergerak.

Sementara itu, AR Iskandar, Ketua Panitia Jambore Stroke Indonesia#1 yang akan digelar di Yogyakarta pada 28-30 Oktober 2022, sangat berharap kampanye sehat tanpa stroke harus dilakukan oleh lembaga manapun. “Bahkan sangat mungkin dibuat komunitas peduli stroke,” kata AR Iskandar.

Saat ini di Yogyakarta sudah ada puluhan anak muda yang kena stroke. Artinya, kita harus peduli dengan masa depan anak muda dengan hidup sehat dan menghindari kehidupan yang tidak baik. (fan)

 

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru