Thursday, December 1, 2022
Jurnal Nusantara
HomeDaerahBangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah, Pemkot Yogyakarta Bentuk 8 SPAB

Bangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah, Pemkot Yogyakarta Bentuk 8 SPAB

JURNALNUSANTARA.NET – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) mulai tahun 2022. Program nasional tersebut untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat di lingkungan sekolah dalam menghadapi bencana.

“Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana ini baru dimulai tahun ini. Konsepnya seperti Kampung Tangguh Bencana, tapi ini di lingkungan sekolah,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, Rabu (21/9/2022).

Pembentukan SPAB tahun ini dilakukan di 8 sekolah yaitu di 4 SMP dan 4 SD secara bertahap. Dia menyebutkan, hingga kini proses pembentukan SPAB telah dilaksanakan di 3 SD yaitu SD Negeri Gambiran, SD Negeri Sayidan dan SD Negeri Suryodiningratan 1.

Sedangkan pembentukan SPAB pada jenjang SMP sudah dilaksanakan di SMP Negeri 16 Yogyakarta dan SMP Negeri 4 Yogyakarta.

“Nanti semua sekolah SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemkot Yogyakarta akan menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana. Pada tahun ini yang bisa kami koordinasikan dan memungkinkan di sekolah-sekolah tersebut,” imbuhnya.

Nur Hidayat menjelaskan, beberapa komponen dalam pembentukan SPAB di antaranya terkait manajemen dasar dalam menghadapi bencana, mitigasi bencana dan jalur evakuasi. Salah satu kegiatan dalam proses pembentukan SPAB adalah simulasi bencana yang diikuti warga di lingkungan sekolah seperti para siswa dan guru.

“Ada edukasi terkait mitigasi bencana. Misalnya ketika terjadi gempa bumi harus bagaimana. Saat ini kami baru mengarah pada manajemen menghadapi bencana dan jalur evakuasi,” jelasnya.

Nur Hidayat mengungkapkan, paradigma dalam penanganan bencana adalah membangun ketahanan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana. Seperti Kampung Tangguh Bencana, SPAB juga bagian dari membangun ketahanan lingkungan dalam penanggulangan dan pencegahan bencana.

“Ketika masyarakat bisa responsif, maka Insya Allah korban maupun risiko bencana bisa diminimalisir,” katanya.

Menurutnya dalam menyiapkan sekolah untuk menjadi SPAB tidak mudah. Terutama dalam mengatur waktu untuk menyelenggarakan kegiatan guna membentuk SPAB seperti pelatihan dan simulasi bencana.

Mengingat bersamaan dengan jam sekolah, guru dan siswa. Namun ditargetkan sampai akhir tahun 2022 SPAB sudah bisa terbentuk di 8 sekolah SMP dan SD di Kota Yogyakarta. (*/put)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru