Saturday, November 26, 2022
Jurnal Nusantara
HomeEkonomi & BisnisJogja Fashion Week 2022 Bangkitkan IKM fashion Paska Pandemi

Jogja Fashion Week 2022 Bangkitkan IKM fashion Paska Pandemi

JURNALNUSANTARA.NET – Jogja Fashion Week 2022 (JFW) yang digelar mulai tanggal 19 – 30 Agustus menampilkan rangkaian acara diantaranya adalah Jogja Fashion week 2022 Trend Show “Panca Kartika” di Sleman City Hall tanggal 19-21 Agustus 2022 dan Jogja Fashion week 2022 Karya Wastra Bhineka “Bangkitkan IKM Fashion” di Jogja Expo Center tanggal 26-30 Agustus 2022.

JFW 2022 Karya Wastra Bhineka “Bangkitkan IKM Fashion” di Jogja Expo Center tanggal 26-30 Agustus 2022 sendiri menjadi puncak perhelatan para designer dan IKM Fashion untuk menampilkan karya terbaik mereka .

Istilah wastra sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti sehelai kain. Dengan kata lain, Wastra Bhineka yang menjadi acuan para designer dalam berkarya di JFW 2022 kali ini tidak hanya terbatas pada kain batik saja melainkan berbagai jenis kain tradisional lainnya yang berasal dari segala penjuru daerah di Indonesia bisa disebut dengan Wastra Bhineka.

Gala fashion show selama 5 hari pelaksanaan JFW 2022 di JEC ini disemarakkan oleh penampilan masing – masing tim fashion dengan kelompok Modest Wear, Evening wear and konvensional, Modest Wear and konvensional dan juga Mens wear and Konvensional dan masih banyak kelompok fashion show lainnya.

Adewani Danggora Lubis, pemilik Boutiq Dewani Batik yang juga seorang designer anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIY mengucapkan terimakasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY yang sudah memfasilitasi para IKM Fashion selama 5 hari melalui dana keistimewaan untuk ikut JFW 2022.

“JFW 2022 ini adalah dalam rangka membangkitkan IKM Fashion DIY agar segera dapat bangkit paska pandemi, kita memang benar – benar terpuruk saat pandemi , “ ungkap Adewani saat ditemui setelah tampil di JEC pada Minggu (28/08/2022).

Sebagai designer Adewani pada fashion show kali ini menampilkan enam pemodel dengan desain Etnik berbahan tenun dan songket yang disesuaikan dengan tema Karya Wastra Bhineka selain itu juga membuka stand pameran Dewani Batik di JEC.

“Selama lima hari ini setiap hari ada 17 designer dikali 5 yang tampil di acara Fashion Show ini, seluruhnya kita merata dari seluruh kota dan kabupaten se DIY yang difasilitasi untuk tampil,”paparnya.

Harapannya sebagai seorang designer bahwa setelah paska pandemi ini selain bisa berkarya kembali, karya – karya para designer dan IKM Fashion ini bisa diterima oleh masyararakat dan mereka bisa bangga memakai produk lokal agar ukm kita bisa naik kelas, harap Adewani.(Rmd)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru