Thursday, May 23, 2024
Jurnal Nusantara
HomeDaerahKKN Mahasiswa MIK STMM MMTC 2023 Manfaatkan Ekosistem Digital Tingkatkan Kunjungan Wisatawan...

KKN Mahasiswa MIK STMM MMTC 2023 Manfaatkan Ekosistem Digital Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Desa Ketep Magelang

JURNALNUSANTARA.NET – Kelompok 4 yang terdiri dari 10 orang mahasiswa Program Studi (Prodi) Managemen Informasi Komunikasi (MIK) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) MMTC Yogyakarta tahun 2023 melakukan pendampingan pemanfaatan ekosistem digital untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di desa Ketep, kabupaten Magelang.

Kegiatan KKN tematik ini diawali dengan penempatan 101 Mahasiswa KKN MMTC STMM ke Pemda Kabupaten Magelang pada Senin 3 Juli 2023 bertempat di Balkondes Borobudur Magelang, berlangsung selama 40 hari dan tersebar di 10 desa wisata di 4 kecamatan di Kabupaten Magelang diantaranya adalah Desa Ketep, Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Ketua Kelompok 4 Prodi MIK KKN STMM MMTC Jogja, Satya Bayu Sena menjelaskan bahwa berbagai program pendampingan pemanfaatan ekosistem digital untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di desa Ketep Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang telah disiapkan oleh kelompoknya.

“Salah satu program kami adalah pembuatan video kegiatan Kelompok Wanita Tani Desa Ketep dalam Proses Pembuatan Pupuk Kompos Khas Wanita Tani Desa Ketep,” ungkap Satya di sela acara kegiatan pembuatan video Kelompok 4 mahasiswa KKN STMM MMTC Jogja di Dusun Puluhan Ketep Sawangan Magelang pada Jumat (14/07/2023).

Menurut Satya, Desa Ketep Kecamatan Sawangan Magelang Jawa Tengah merupakan kawasan yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dengan komuditas andalan pertaniannya adalah cabai dan sawi . Pertanian, sebagai salah satu sumber mata pencaharian utama di Desa Ketep membuat masyarakat saling bekerja sama untuk menghasilkan sayuran yang berkualitas. Hal ini lah yang mendorong munculnya Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa ini.

Pupuk kompos yang digunakan untuk berbagai jenis sayuran yang mereka tanam ini memang menjadi program utama Kelompok Wanita Tani (KWT) yang sudah berdiri sejak tahun 2010, tetapi untuk program pembuatan kompos sendiri baru dimulai sejak Desember 2021.

“Kompos ini tidak dijual, hanya digunakan secara pribadi untuk masyarakat Ketep khususnya di Dusun Puluhan ini. Kompos ini dipakai petani yang ada di sini untuk lahan pertanian mereka masing-masing,” ungkap Yani, Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) saat ditemui disela kegiatan pembuatan.

“Bahan-bahan yang dipakai dari limbah di sekitar dusun seperti pupuk kandang kotoran sapi, kotoran ayam, daun-daun kering yang ada di sekitar, dan komposter yaitu propunic, bisa juga menggunakan limbah tungku (abu),” tambahnya.

Yani juga menjelaskan bahwa untuk proses pembuatan pembuatan kompos khas KWT dimulai dari mengumpulkan bahan – bahan yaitu daun – daun kering, kotoran sapi, kotoran ayam, limbah tungku (abu) kemudian mencampur semua bahan dan diberi campuran air dan propunic agar cepat hancur.

Bahan-bahan yang sudah dimasukan kemudian diaduk. Setelah tercampur bahan-bahan kompos ditutup dan dibiarkan, pada proses ini dilakukan setidaknya 3 kali. Proses pembuatan kompos sampai selesai kurang lebih memakan waktu selama 1 bulan. Setelah kompos hancur dilakukan penyaringan dengan cara diayak agar mendapatkan hasil yang halus. Proses selanjutnya kompos yang sudah diayak dikemas di karung-karung. Setelah itu kompos siap digunakan.

“Dalam kurun waktu satu setengah tahun ini, kegiatan pembuatan kompos berjalan secara rutin setiap satu minggu sekali di hari Jumat. Walaupun kegiatan ini berjalan belum lama, namun mampu membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat Ketep khususnya bagi mereka yang bekerja sebagai seorang petani,” jelas Yani.

Sementara itu Satya juga menyampaikan bahwa anggota KKN nya yaitu Agnes Gitana Yuni R, Avisa Zerlina, David Misuari, Kinanthi Rayi Kinasih, Marcel Samuel Pardomuan T, Rifqi Al Azka, Rizwan Fadillah, Rizky Meisaida Putri S dan Shiva Dewi Saputri sangat senang ditempatkan di Desa Wisata Ketep tersebut karena disamping mereka bisa mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat dari bangku kuliah sekaligus juga bisa setiap hari berwisata menikmati keindahan alam desa Ketep yang luar biasa. (soe)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

berita populer

komentar terbaru