Thursday, May 23, 2024
Jurnal Nusantara
HomeDaerahRapimda Kadin DIY 2023, Bangun Ekosistem Pariwisata Sehat, WKU Bidang Pariwisata Tekankan...

Rapimda Kadin DIY 2023, Bangun Ekosistem Pariwisata Sehat, WKU Bidang Pariwisata Tekankan Sinergi Heksaheliks

JURNALNUSANTARA.NET – Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) DIY Bidang Pariwisata, Ir. Arif Effendi menekankan perlunya peran sinergi Heksaheliks (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media dan lembaga finansial) dalam membangun ekosistem pariwisata yang sehat khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal itu terungkap dalam paparan program kerja Kadin DIY Bidang Pariwisata di RAPIMDA KADIN DIY 2023 yang dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) DIY KGPAA Paku Alam X mewakili Gubernur DIY bertema ‘Tumbuh Kuat, Ekonomi Hebat’ di Yudhistira Hall Lantai 2 Jogja Expo Center (JEC) pada Jumat (3/3/2023).

Rapimda Kadin DIY 2023 sendiri dilaksanakan selama 3 hari mulai hari Jumat sampai dengan Minggu (3 – 5) Maret 2023 dan dihadiri oleh 21 Wakil Ketua Umum (WKU) bersama anggota dan juga para ketua Kadin Kabupaten dan Kota Se- DIY.

Dalam kesempatan Rapimda Kadin DIY tersebut Ir. Arif Effendi yang juga sebagai pelaku usaha pariwisata di bidang perhotelan menyampaikan laporan program kerja Kadin Bidang Pariwisata dengan penekanan bahwa sektor pariwisata DIY memerlukan dorongan dari para pihak untuk secara komprehensif memajukan sektor pariwisata dengan cara memposisikannya sebagai lokomotif perekonomian DIY.

Semangat para peserta dalam acara pembukaan Rapimda Kadin DIY di Yudhistira Hall lt 2 JEC, Jumat (3/3/2023) – (Foto: Rahmad Soemardi/JurnalNusantara.net)

“Sinergi Heksaheliks untuk membangun pariwisata Jogja yang sehat diantaranya dengan mendorong kebijakan pemerintah yang pro terhadap industri pariwisata, akademisi dalam inovasinya, pelaku usaha dalam membangun iklim bisnisnya, menggandeng komunitas peduli pariwisata, mempublikasikannya melalui media dan juga mengajak lembaga keuangan terlibat dalam penguatan finansial pelaku usahanya,” papar Arif disela rapimda pada awak media.

“Kami juga sudah membuat program dalam membranding Pariwisata Jogja melalui slogan atau jargon “Tourism First” (Finest, Integrity, Responsible,Sincerity and Togetherness) yang dicanangkan pertengahan tahun lalu (Juli 2022), didukung oleh pelaku usaha (PHRI dan ASITA) dan juga Dinas Pariwisata agar dijadikan branding bagi layanan pariwisata DIY sehingga terbangun kesadaran (common sense) bagi masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Arif juga memaparkan tentang program kegiatan “Jogja Carnival” berupa Rangkaian atraksi, transaksi, dan apresiasi dalam rangka mempromosikan pariwisata di DIY yang dimotori oleh Yayasan Jogja Carnival Istimewa, KADIN DIY, PHRI, ASITA, APINDO, ORGANDA dan para pelaku industri pariwisata di Yogyakarta.

“khusus untuk transaksi kita juga sudah membuat aplikasi Jogja Carnival yaitu aplikasi untuk mencari event dan diskon di Yogyakarta yang bisa diunduh di google play store dan akan dilaunching bulan Agustus 2023 mendatang,” imbuh Arif.

“Harapan kami pariwisata DIY akan tumbuh semakin baik, sehat, berkualitas dengan beragam destinasinya yang menarik baik event – eventnya, kulinernya, pelayanannya, kebersihannya, keamanannya dan bisa menjaga budayanya, sehingga menjadikan wisatawannya betah berlama – lama tinggal di Jogja serta datang kembali,” harapnya.

“Dengan begitu maka ekonomi bisa ikut tumbuh kuat, apalagi jika jiwa tourism firstnya bisa dipahami semua pihak, kami yakin ekonomi Jogja tumbuh lebih cepat, bahkan industri pariwisata ini bakal menghasilkan devisa yang hebat di tahun 2024 atau 2025 mendatang,” pungkas Arif. (rmd)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

berita populer

komentar terbaru