Thursday, December 1, 2022
Jurnal Nusantara
HomeKesehatanSembuh, 4 Pasien Gagal Ginjal Akut RSUP Dr Sardjito Telah Menjalani Rawat...

Sembuh, 4 Pasien Gagal Ginjal Akut RSUP Dr Sardjito Telah Menjalani Rawat Jalan

JURNALNUSANTARA.NET – Terkait dengan penanganan pasien dengan gagal ginjal akut di RSUP Dr Sardjito yang menjalani rawat inap, menurut dr. Retno Palupi,M.Med.Sc.,M.Epid.,M.Sc.,SpA(K)., disampaikan bahwa perkembangan penyembuhannya cukup baik. Sampai hari ini Selasa, 25 Oktober 2022, sejumlah 4 pasien anak yang sebelumnya mengalami gagal ginjal akut dan menjalani rawat inap, saat ini sudah diperbolehkan pulang dan tinggal menjalani perawatan rawat jalan.

Dari keempat anak ini, 2 anak bebas dari hemodialisa/cuci darah, sedang 2 lainnya dari luar DIY yang mana dari dua anak tersebut, 1 anak telah bebas dari cuci darah dan 1 anak masih butuh cuci darah dengan rawat jalan. Sedangkan yang masih dirawat sampai saat ini sebanyak 2 orang dengan tindakan medis 1 anak menjalani CAPD dan 1 anak menjalani hemodialisa,

Sebelumnya telah diberitakan dalam rilis yang dikeluarkan pada tanggal 19 Oktober 2022, bahwa RSUP Dr Sardjito telah melakukan perawatan terhadap pasien dengan gagal ginjal akut progresif atipikal (tidak khas) sejumlah 13 pasien.

Pasien yang dikelola dengan gagal ginjal akut tersebut tercatat sejak Januari 2022 sampai dengan Oktober 2022, dan sampai rilies ini dikeluarkan tidak ada penambahan pasien baru dengan diagnosa AKI di RSUP Dr Sardjito.

Dari 13 kasus tersebut, 6 anak berasal dari DIY dan 7 anak dari luar DIY (Jawa Tengah dan Jawa Timur), sedangkan dari 13 anak tersebut yang meninggal ada 7 anak. Sedangkan 4 anak yang saat ini sudah menjalani rawat jalan tetap dipantau oleh tim medis RSUP Dr Sardjito. Sedangkan 2 anak yang masih menjalani rawat inap saat ini di rawat di ruang perawatan biasa (non intensif).

Menurut dr. Kristia Hermawan,M.Sc,SpA, selaku anggota tim medis dari Devisi Nefrologi Anak penangangan medis yang dilakukan untuk anak yang menderita Gagal Ginjal Akut ini berupa pengobatan suportif hingga tindakan terapi penganti ginjal berupa dialisis bagi pasien yang terindikasi. Metode dialisis yang dilakukan dapat berupa hemodialisis yaitu cuci darah dengan mesin atau peritoneal dialisis yaitu cuci darah dengan pemasangan selang pada rongga perut yang dapat dikerjakan tanpa mesin.

“Disampaikan bahwa dari 4 pasien yang sudah rawat jalan tersebut sudah bebas dari hemodialisis, Kami masih ada 1 pasien yang membutuhkan hemodialisis 1x/minggu sedangkan 2 pasien yang masih rawat inap 1 pasien menjalani hemodialisis 2x/minggu dan 1 pasien lain dengan peritoneal dialisis,” terang dr. Kristia.

Pelacakan penyebab gagal ginjal akut progresif atipikal telah dilakukan sesuai dengan petunjuk dari kementrian kesehatan, diantaranya dengan melakukan penelusuran riwayat penggunaan obat syrup serta pemeriksaan toksikologi untuk mengetahui ada tidaknya EG/DEG dalam darah atau urine pasien. Dalam hal ini, pengambilan sampel telah dilakukan pada 3 pasien yang pekan lalu masih menjalani perawatan.

Tim medis belum mendapat hasil pemeriksaan karena sampel harus diperiksa di Labkesda DKI Jakarta. Tim medis juga telah melakukan biopsi/ pengambilan contoh jaringan ginjal pada beberapa pasien agar dapat mengidentifikasi profil kerusakan yang terjadi, dan menelusuri penyebab kerusakan jaringan tersebut.

Dari semua kasus yang telah ditangani hingga saat ini, baik pasien yang sudah dipulangkan maupun yang saat ini masih dirawat belum ada yang mendapat pengobatan antidote fomepizole, namun demikian kondisi klinis pasien berangsur membaik.

Sementara Ketua Cabang IDAI DIY Dr. dr.Tunjung Wibowo,MPH,M.Kes,SpA(K) menyampaikan, bahwa masyarakat diharap tenang menyikapi berita AKI ini, namun dihimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan apabila mendapati anak mengalami gejala terjadinya gagal ginjal akut, semua anggota IDAI DIY telah meningkatkan perhatian khusus atas kasus AKI ini.

Orang tua diharapkan waspada terutama yang memiliki anak dibawah usia 6 tahun yang mengalami penurunan volume atau frekuensi urin atau tidak ada urin, baik dengan atau tanpa gejala demam dan/atau diare.

RSUP Dr Sardjito juga telah intens melakukan komunikasi baik dengan Kemenkes, Dinkes DIY, dan stackholder lainnya. Menyikapi hal ini, dihimbau masyarakat mengikuti anjuran pemerintah, untuk sementara tidak mengkonsumsi obat obatan yang didapatkan secara bebas tanpa anjuran dari tenaga kesehatan yang kompeten sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah. Selain itu dihimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan demi keamanan dan pemantauan bersama. (*/fan)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru