Saturday, February 24, 2024
Jurnal Nusantara
HomeDaerahEksplorasi Makna Oemah Oemah Di Pameran Karya Seni Duo Andi Asriyanto Dan...

Eksplorasi Makna Oemah Oemah Di Pameran Karya Seni Duo Andi Asriyanto Dan Moel

JURNALNUSANTARA.NET – Pameran seni rupa yang bertajuk “Oemah Oemah” menghadirkan karya-karya menakjubkan Duo Andi Asriyanto dan Moel. Gelaran yang berlangsung mulai tanggal 25 hingga 30 November 2023 ini meramaikan Macan Gallery Coffee Shop Jalan Bugisan Selatan, Tegal Senggotan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Acara dibuka secara resmi oleh Agus Baqul Purnomo dan dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Dedi Junaidi dari Painting Explorer Channel, Wisnu pengelola Macan Coffee Shop and Gallery serta tamu undangan dari komunitas seni rupa Yogyakarta, pada Sabtu (25/11/2023).

“Perkembangan hasil karya seni lukis saat ini lebih bagus, lebih bervariasi dari sisi teknik dan gayanya daripada karya seniman jaman dulu, sehingga para kolektor mengalami kebingungan karena bagus semua,” ungkap Agus Baqul usai membuka pameran Oemah Oemah, Sabtu (25/11/2023).

“Pameran Duo Oemah Oemah Mas Andi dan Moel ini lebih ke dunia filosofis seperti salah satu karya mas Andi yang judulnya “rest room”, ada kasurnya, ada sajadah dibawah selimut setelah saya tanya maknanya tenryata, orang itu lebih mudah mengambil selimut daripada mengambil sajadah untuk sholat, sangat dalam maknanya,’imbuh Agus.

Rumah, menurut pandangan Andi dan Moel ini, tidak hanya sekadar struktur fisik, melainkan sebuah perjalanan hidup. Sebuah ruang di mana langkah-langkah kaki ditenun, sejarah dirajut, dan takdir diterima. Karya-karya mereka menciptakan gambaran unik tentang rumah sebagai tempat kelahiran dan akhir perjalanan manusia.

Dua seniman ini mengajak masyarakat untuk merenung tentang makna rumah sebagai realitas ganda yang terus hidup dalam perjalanan manusia. Rumah, sebagai titik awal dan akhir setiap perjalanan, memberikan jejak yang abadi di pintu dan jendela, dalam perabotan, kamar-kamar, dan di dalam jiwa.

Andi Asriyanto menyampaikan bahwa pameran Duo dengan tajuk Oemah Oemah bersama Moel ini berisi 26 karya lukis dan 4 karya seni instalasi dengan latar belakang berbeda tapi dengan satu tujuan yang sama yaitu membahas tentang problematika yang ada di dalam rumah.

“Kerena berdua itu akan lebih kuat ketika sendiri, sebelum kita menyelenggarakan pameran tunggal, pameran berdua ini menjadi ajang pemamanasan untuk menuju pameran tunggal masing – masing di tahun depan,” papar Andi.

“Cara pandang dan berkesenian kami ada kemiripan, kalau mas Andi mengeksplore semua bagian rumah dan dituangkan dalam kanvas berikut cerita ceritanya, sedangkan saya masih sendiri dan belum punya rumah jadi saya membayangkan sesuatu yang ada di pikiran saya tentang rumah tersebut,” tambah Moel.

Menurut Faisal Kamandobat seorang penulis yang menulis ulasan tentang pameran Duo Seniman itu bahwa melalui seni rupa, rumah menjadi cermin pandangan hidup dan dunia, di mana pohon silsilah keluarga berkembang dan tradisi bertransformasi menjadi kebudayaan dan peradaban.

Rumah bukan hanya bangunan, tapi juga situs ingatan dan pengetahuan di mana nilai-nilai ditetapkan dan dipahat pada jiwa melalui cinta, pengasuhan, tata ruang, dan aspek kosmiknya.

Melalui karya seni mereka, Duo Andi Asriyanto dan Moel berusaha memberikan makna pada rumah sebagai simbol keberlanjutan, baik secara fisik maupun spiritual. Semoga pameran seni rupa ini dapat menjadi rumah bagi jiwa, memberikan makna di tengah kepadatan dan fana dunia yang terus berkembang. (rmd)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

berita populer

komentar terbaru