Saturday, November 26, 2022
Jurnal Nusantara
HomeEkonomi & BisnisKADISKOPUKM DIY Dukung Pelaku Usaha Anggota Formekers Indonesia Jadi Agregator Bisnis

KADISKOPUKM DIY Dukung Pelaku Usaha Anggota Formekers Indonesia Jadi Agregator Bisnis

JURNALNUSANTARA.NET – Sektor ekonomi kreatif di Indonesia pasca pandemi covid-19 saat ini berkembang sangat pesat, dan juga mengalami perubahan drastis dengan meninggalkan pasar yang sebelumnya menggunakan sistem konvensional ke ekosistem digitalisasi yang memberikan lebih banyak peluang Koperasi dan UKM untuk bisa masuk ke pasar yang lebih luas dari sebelumnya.

Koperasi – koperasi dan para pelaku usaha yang sudah naik kelas diharapkan mampu menjadi Agregator bisnis ke depannya dan bisa mengambil peran membantu pemerintah dalam peningkatan, pemulihan dan percepatan ekonomi pasca pandemi bagi pelaku usaha lain yang membutuhkan.

Hal itu diungkap oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DISKOPUKM) DIY Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A, saat mengunjungi dua perusahaan UKM pelaku pasar ekspor anggota Forum Mebel Kerajinan Dan Seni (FORMERKERS INDONESIA) di Bangunjiwo, Bantul, DIY pada Senin (31/10/2022).

“Sekarang ini kita bersama Formekers untuk sama – sama meningkatkan dan punya komitmen untuk ikut mensejahterakan atau ikut berkolaborasi dengan menjadi mitranya Pemda DIY melakukan pendampingan umkm – umkm dari hulu sampai hilir,” ungkap Siwi.

“Salah satunya Formekers dapat membina, mendampingi dan bahkan sampai ke agregatornya, harapannya Formekers menjadi mitra yang dapat bersinergi dengan Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UKM DIY,” imbuhnya.

Siwi juga memaparkan bahwa anggota Formekers adalah praktisi dan sudah menjadi forum tempat bergabungnya para pelaku usaha eksportir. Sedangkan Pemda DIY sendiri bergerak di ranah regulasi dan ini bisa saling mengisi dengan program – program yang sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha.

“Kami dari Pemda DIY juga butuh masukan agar tepat programnya, kegiatannya , sasaran dan waktunya, karena saya yakin Formekers bisa saling mengisi dengan Pemda DIY, jadi program – program yang nantinya kami buat bisa match atau nyambung bahkan formekers juga bisa jadi agregatornya,” paparnya.

Dalam kesempatan itu juga Siwi menjelaskan, tentang program unggulan dalam pembinaan dan pengembangan koperasi dan ukm di DIY yaitu SiBakul Jogja (Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta) yang merupakan bentuk digitalisasi model Pembinaan Sirkular DISKOPUKM DIY bagi pelaku Koperasi dan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta.

CV. Tashinda Putra Prima, Jl. Bibis Raya, Jetis, Tamantirto, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, produsen kerajinan home decoration berbahan serat alam seperti pelapah pisang, eceng gondok dan bambu menjadi sasaran kunjungan pertama Kadiskopukm DIY.

Kunjungan KADISKOPUKM DIY ke CV. T Vintage Recycled Metal Art and Craft, Bibis, Bangunjiwo, Bantul (Foto: Rahmad Soemardi/JurnalNusantara.net)

Turut serta hadir dalam rombongan tersebut Wisnu Harmawan, S.P.,MT, Kabid Layanan kewirausahaan Koperasi dan UKM, Ratna Listiyani, S.Si Kasi Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi dan UKM, Diskopukm DIY, Ketua Formekers Indonesia Johni Sahlan, Sekretaris Deddy Effendi, Koordinator Bidang Kreatif Koperasi Formekers Kriya Utama Itock Vandiera, Ketua Bidang Bisnis, Sofian Tahir dan anggota Bidang Bisnis Koperasi Formekers Kriya Utama, Ucok Silalahi.

Sedangkan kunjungan kedua ditutup di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan furniture daur ulang dari drum bekas, CV. T Vintage And Recycled Metal Art and Craft Dusun Bibis, Desa Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta.

Kedua perusahaan tersebut selain sebagai eksportir, dan anggota FORMEKERS Indonesia mereka juga merupakan anggota koperasi Pemasaran Formekers Kriya Utama. (rmd)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru