Thursday, February 2, 2023
Jurnal Nusantara
HomeRagamLomba Icon Kriya Bambu Picu Gerakan Program Industri Bambu Berkelanjutan di Kaliurang

Lomba Icon Kriya Bambu Picu Gerakan Program Industri Bambu Berkelanjutan di Kaliurang

JURNALNUSANTARA.NET – Dalam rangka memperingati HUT ke – 76 Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, DIY, pemerintah desa Hargobinangun mengadakan berbagai kegiatan lomba salah satu diantaranya adalah lomba membuat icon kriya berbahan bambu bagi 28 RW se- Kalurahan.

Lomba pembuatan karya icon kriya bambu dari seluruh RW tersebut dilaksanakan sekitar satu bulan (antara November – Desember 2022) dan berakhir pada puncak acara pengumuman pemenang berbagai hasil lomba dan jalan sehat yang diikuti oleh sekitar Empat Ribuan warga masyarakat Desa Hargobinangun di GOR Hargobinangun, obyek wisata Kaliurang pada Minggu (18/12/2022).

Ketua panitia acara, Mujiono yang juga selaku Kamituo Kalurahan Hargobinangun menyampaikan bahwa dalam acara HUT ke-76 Kalurahan Hargobinangun itu telah menghasilkan 28 karya kriya icon bambu spektakuler dari 28 RW se-Kalurahan Hargobinangun yang mengikuti lomba dan sudah dinilai oleh dewan juri, di sela puncak acara Minggu (18/12/2022) di GOR Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta.

“Hasil penilaian dari dewan juri Dr. Hajar Pamadhi, MA.Hons dan Itock Sawarjito sebagai Juara pertama lomba Icon Kriya Bambu adalah Dinosaurus dari RW 18, juara 2 Jaran Mbradat RW 12, juara 3 Kuda RW 14, Juara Harapan 1 Topeng Panji RW 13 dan juara harapan 2 Naik Sepeda dari RW 21,” ungkap Mujiono.

Salah satu pemenang lomba kriya icon Bambu Naik Sepeda – (Foto: Rahmad Soemardi/JurnalNusantara.net)

Ditemui di tempat terpisah salah satu juri Lomba Icon Kriya Bambu, Itock Sawarjito atau yang lebih akrab disapa Itock Van Diera yang juga seorang Arsitek dan pegiat pariwisata Jogja mengungkapkan bahwa desa Hargobinangun memiliki potensi yang kuat untuk bisa menjadi desa wisata dengan potensi industri bambu yang berkelanjutan.

“Hasil karya dari Lomba Kriya Bambu ini menarik dan luar biasa, bisa saya lihat dari SDM masyarakat yang membuatnya dan ini punya potensi untuk bisa memicu Desa Hargobinangun membuat gerakan program Industri Bambu berkelanjutan di masa mendatang,“ ujar Itock.

“Sebagai bahan baku pengganti kayu di masa yang akan datang, tanaman bambu ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan dalam bisnis industri bambu disamping itu juga dapat membantu perlindungan kawasan wisata Kaliurang ini dari ancaman perubahan iklim yang saat ini sedang terjadi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Lurah Hargobinangun Amin Sarjito juga menjelaskan bahwa kegiatan peringatan HUT ke-76 Kalurahan Hargobinangun dilaksanakan secara mandiri dan ada acara seremonial penanaman 20 bibit pohon bambu oleh tokoh masyarakat dan komunitas sebagai simbol gerakan pelestarian alam di Desa Hargobinagun dan obyek wisata Kaliurang.

Penanaman 20 bibit bambu secara simbolis itu dipimpin langsung oleh Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito bersama dengan Panewu Pakem, Ketua BPKAL Hargobinangun, TPPKK Kalurahan, Carik, Dukuh Hargobinangun, Paroki, WKU KADIN DIY Bidang Pariwisata Ir. Arif ffendi, Itock Van Diera Formekers Indonesia, perwakilan SEMBADA INTITUTE, Bank Sleman dan para tokoh masyarakat diantaranya H. M. Farchan H, Beja, dan Rushartadi.

“Penanaman pohon bibit pohon bambu ini untuk melestarikan bambu sebagai salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan juga untuk melestarikan sumber mata air yang ada di Hargobinangun,” papar Amin.

20 bibit tanaman bambu tersebut terdiri dari 4 species yang merupakan bantuan dari PT Bambu Nusa Verde (BNV) yaitu perusahaan yang mengembangkan bioteknologi, bergerak di bidang perbanyakan tanaman bambu yang berlokasi di Tebonan, Pakem, Sleman.

Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, DIY sendiri terletak di wilayah Jogja utara dan selatan lereng gunung merapi yang secara geografis merupakan salah satu kawasan resapan air hujan dan menjadi penyangga konservasi air tanah di kota Yogyakarta. (rmd)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

berita populer

komentar terbaru