Saturday, April 20, 2024
Jurnal Nusantara
HomeEkonomi & BisnisJogja International Batik Biennale 2023 Ukir Jalan Menuju Kota Batik Dunia Tanpa...

Jogja International Batik Biennale 2023 Ukir Jalan Menuju Kota Batik Dunia Tanpa Batas

JURNALNUSANTARA.NET – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY melalui dukungan dana keistimewaan DIY bekerjasama dengan Dinas Perindag DIY serta Kementrian Luar Negeri RI menggelar puncak acara Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2023 dengan tema Borderless Batik – Bathik Tan Winates, (Batik Tanpa Batas) di Pendopo Royal Ambarrukmo, pada Kamis (26/10/2023).

Jogja Membatik Dunia #2, Membatik bersama – sama di 15 Negara yang merupakan rangkaian puncak JIBB 2023 ini diikuti oleh 14 negara sahabat yaitu KBRI / KJRI Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Timor Leste, Republik Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan India serta para ketua dekranasda seluruh Indonesia melalui jaringan virtual online.

Tampak hadir di acara tersebut Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, didampingi oleh Ketua Dekranasda DIY, GKR Hemas, Ketua Harian GKBRAA Paku Alam (Gusti Putri), Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati , Ketua JIBB 2023, Gatot Saptadi, Ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota se DIY, Forkopimda DIY, Kepala OPD DIY, Tokoh dan Pemerhati Batik serta awak media dalam dan luar negeri.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 18 Oktober 2014 telah dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh World Craft Council (WCC), sebuah lembaga swadaya Internasional yang berafiliasi dengan UNESCO dan fokus pada peningkatan apresiasi terhadap berbagai kegiatan dan isu komunitas kriya di dunia.

“JIBB ini adalah merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga Jogja sebagai Kota Batik Dunia dan komitmen yang dipersembahkan untuk Indonesia. Sebuah komitmen yang dalam realisasinya sangat membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa,” ungkap Sri Paduka.

“Event ini merupakan salah satu perwujudan komitmen untuk menjadi pelopor dalam pengembangan sekaligus sebagai benteng pertahanan menjaga nilai, tradisi, seni, budaya luhur yang termanifestasi dalam batik,” tambahnya.

Sementara Ani Nigeriawati, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri menyampaikan apresiasinya terhadap gelaran JIBB 2023 dan mengatakan bahwa UNESCO telah menyebutkan batik merupakan living art, local tradition, national pride.

“Sebagai Living Art batik menunjukkan berbagai fungsi dan memberikan dampak bagi kehidupan orang Indonesia dan sebagai local tradition yang diajarkan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi,” papar Ani.

“Lewat motif dan warnanya batik menunjukkan kekayaan budaya dan tradisi luhur berbagai daerah di Indonesia dan sebagai nasional pride batik merupakan seni dan budaya yang melekat dengan bangsa Indonesia serta dapat dijadikan sebagai kampanye nasional,” imbuhnya.

Gelaran JIBB 2023 kali ini diharapkan dapat menembus batas masyarakat Indonesia maupun khalayak dunia sekaligus membuktikan bahwa Yogyakarta memang pantas menyandang predikat sebagai Kota Batik Dunia. (rmd)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

berita populer

komentar terbaru