Thursday, June 13, 2024
Jurnal Nusantara
HomeDaerahPameran Tunggal 20 Tahun Perjalanan Menapaki Batik Karya Remigius Tunggal Nugroho

Pameran Tunggal 20 Tahun Perjalanan Menapaki Batik Karya Remigius Tunggal Nugroho

JURNALNUSANTARA.NET – Tiforti Artspace, Jl. Ipda Tut Harsono No.40, Muja Muju, Yogyakarta menjadi saksi perjalanan yang menakjubkan seorang seniman batik yang telah mengabdikan diri selama 20 tahun. Remigius Tunggal Nugroho yang awalnya tidak memiliki minat terhadap batik menampilkan karya – karyanya yang luar biasa dalam pameran tunggalnya pada tanggal 27 – 29 Oktober 2023.

Pada tahun 1999, kecintaan terhadap batik mulai menyentuhnya ketika ia secara kebetulan melihat beberapa pembatik sedang bekerja di sebuah rumah dalam perjalanan pulang ke rumah kakeknya. Rasa penasaran yang tak terhindarkan mendorongnya untuk menjelajahi dunia batik lebih dalam.

Tahun 2003 menjadi tonggak awal ketika Remigius Tunggal mulai “membatik” dengan serius. Bagi dia, ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan sarana ekspresi dan wahana eksperimen. Selama dua dekade, ia menganggap tempat kerjanya sebagai “studio batik” yang memberikan kebebasan untuk bermain dan bereksperimen dengan batik.

“Perjalanan ini penuh dengan tantangan, mulai dari ide-ide yang naik-turun, hingga kesulitan mencari pasar dan persepsi masyarakat tentang batik. Meski begitu, ada momen-momen menyenangkan, penemuan hal-hal baru, dan kegairahan dalam mencipta,” ungkap Tunggal di Tiforti Artspace, Sabtu (28/10/2023).

“Saya juga menemukan makna sejati wastra batik, yang seharusnya mencerminkan pemakainya. Selama perjalanan ini, saya menemukan ritme proses yang menyenangkan, yaitu menggabungkan elemen-elemen lama dengan tampilan yang lebih modern,” imbuhnya.

Namun, perjalanan Remigius tidak berhenti di situ. Ia melihat batik bukan lagi sekedar busana, melainkan sebuah “media” ekspresi yang bebas dari batasan. Batik bukan sekedar kain penanda, namun juga media yang dapat menginspirasi dalam berbagai ranah.

Menurut Yuka Dian Narendra seorang Penulis dan Peneliti Budaya Populer yang menulis tentang Wastra Tunggal : Kilas Perjalanan Dua Dekade Remigius Tunggal Nugroho menuliskan bahwa Pameran tersebut merupakan titik awal bagi Tunggal, yang menandai perjalanan artistiknya. Dari momentum inilah, di kemudian hari kita mungkin akan melihat Tunggal bukan lagi sebagai perajin Batik, melainkan perupa kontemporer yang menggunakan Batik sebagai medium kekaryaannya.

Karya – karya batik yang ditampilkan oleh Tunggal merupakan produksi batik tradisional dengan teknik yang konvensional menggunakan pewarna alami. Pewarna alami inilah yang membentuk ciri khas Batik produksinya hingga sekarang. Batik dengan warna-warna dengan nada yang lembut dan membumi khas warna alam.

Pameran ini akan membawa pengunjung untuk merasakan bagaimana batik bisa menjadi media ekspresi yang bebas dari aturan, namun tetap menghormati akar budaya batik itu sendiri. Perjalanan panjang Remigius Tunggal Nugroho dalam dunia batik adalah sebuah kisah inspiratif yang harus disaksikan oleh semua pecinta seni. (rmd)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

berita populer

komentar terbaru