Thursday, December 1, 2022
Jurnal Nusantara
HomeNasionalPercepat Pemulihan Ekonomi, Dunia Usaha DIY Gagas Rute Penerbangan Baru YIA –...

Percepat Pemulihan Ekonomi, Dunia Usaha DIY Gagas Rute Penerbangan Baru YIA – PERTH

JURNALNUSANTARA.NET – Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo berencana menambah sejumlah rute penerbangan internasional maupun domestik dalam waktu dekat ini.

Menurut General Manager YIA, Agus Pandu Purnama di media beberapa waktu lalu menyebutkan, penambahan rute baru penerbangan internasional akan mengarah ke beberapa negara tujuan seperti Singapura, Malaysia hingga Turki yang berada di perbatasan Eropa.

Menyikapi wacana rute penerbangan baru YIA tersebut Dunia Usaha Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili KADIN DIY, PHRI DIY, ASITA DIY, dan ORGANDA DIY sangat menyambut baik. Akan tetapi mereka juga menyoroti dan mendorong agar YIA juga membuka rute penerbangan YIA (Yogyakarta) baru menuju Perth, Australia untuk mewujudkan pemulihan ekonomi daerah melalui Trade Tourism and Investment (TTI).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum KADIN DIY Bidang Pariwisata, Arif Effendi didampingi oleh Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, Ketua ASITA DIY, Herry Setiawan, dan Ketua Organda DIY, Hantoro, saat jumpa awak media di Grand Orchid Hotel Yogyakarta pada Rabu (31/08/2022).

Pertimbangan membuka rute penerbangan YIA-Perth didasarkan beberapa hal, seperti, semangat B20 dan G20 yaitu “Recover Stronger-Recover Together” inklusif dan kolaboratif serta sudah adanya perjanjian ekonomi Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang mulai berlaku sejak bulan Juli 2020 sehingga hubungan perekonomian Indonesia dan Australia menjadi lebih erat.

“Niat Walikota Perth Yang Mulia Basil Zempilas dan Ms Sabine Winton (Parliament Secretary to Deputy Premier WA) yang disampaikan dalam acara B20 roadshow di balaikota Perth pada tanggal 5 Agustus 2022 lalu yang diselenggarakan KBRI Canberra dan KJRI Perth, dihadiri oleh Duta Besar RI Bapak Dr. Siswo Pramono dan pimpinan Kadin Indonesia dan Kadin DIY bahwa kota Perth dan Negara bagian Western Australia ingin membangun hubungan lebih erat dengan Indonesia,” ujar Arif.

Arif juga menuturkan bahwa , President Indonesia Australia Business Council (IABC), George Iwan melaporkan bahwa ada lebih dari 20.000 diaspora Indonesia yang tinggal di Perth maupun di negara bagian Western Australia serta lebih dari 150.000 diaspora Indonesia di seluruh Australia. Diaspora Indonesia dapat menjadi kanal pemasaran produk UKM DIY dan Indonesia ke Australia dengan pintu gerbang Perth.

“Perth dan Negara Bagian Western Australia merupakan wilayah Australia terdekat dengan Bandara YIA dengan jarak penerbangan diperkirakan sekitar 3 jam,” tutur Arif.

Selanjutnya peluang pemulihan ekonomi daerah khususnya DIY dan Jawa Tengah yang mewakili jumlah total diatas 38 juta penduduk (direct market ada) dan besarnya klaster industri dan UKM di DIY dan Jawa Tengah yang berorientasi ekspor berikut dukungan sarana gedung pameran berstandar Internasional (JEC) di DIY.

“Adanya kawasan ekonomi khusus pariwisata candi Borobudur dan Prambanan serta beragam ekosistem wisata baik destinasi, eco tourism, sport dan aero sport tourism, heritage , budaya dan kesenian tradisional,” Imbuh Arif.

Fasilitas airport yang lengkap di bandara YIA yang dapat melayani penumpang mancanegara maupun kargo ukm dan industri juga menjadi catatan penting. “Sebagai catatan pesawat terbesar di dunia Antonov sudah melakukan uji coba pendaratan di Bandara YIA,” ungkap Arif.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono menambahkan bahwa berdasarkan laporan teman – teman PHRI Bali, lama tinggal turis asing di Yogyakarta saat ini lebih tinggi dari Bali.

“Ini kita lihat sebagai potensi dan peluang bagi pariwisata DIY dan Jawa Tengah, makanya rute baru YIA-PERTH ini harus segera bisa terwujud karena sekarang wisatawan asing sudah mulai jenuh di Bali,” ungkapnya.

“Wisatawan asing dari Australia yang datang memang belum maksimal, kebanyakan dari Eropa dan Jepang, soalnya belum ada penerbangan langsung atau transit ke YIA mereka masih harus lewat Jakarta atau Bali dulu baru ke Jogja , jika jalur YIA-Perth ini dibuka jelas potensi untuk bisa berkontribusi pada okupansi hotel di Jogja,” paparnya.

Senada dengan Arif dan Deddy, Ketua ASITA DIY Herry Setiawan dan Ketua ORGANDA DIY Hantoro menyampaikan dukungan yang sama mewakili dunia usaha mereka bahwa semangat dan usulan rute YIA – Perth ini akan dititipkan dunia usaha DIY kepada Ketua KADIN Indonesia, President Indonesia Australia Business Council (IABC), KBRI Canberra, dan Menteri Perhubungan RI agar dapat segera ditindaklanjuti karena diharapkan dapat signifikan berkontribusi untuk mewujudkan pemulihan ekonomi di DIY, Jawa Tengah dan Indonesia, lebih cepat, harap mereka. (rmd)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru