Thursday, December 1, 2022
Jurnal Nusantara
HomePendidikanUAD Hadiri Pertemuam Konsorsium ke-7 Project Erasmus+ Manajemen Kebencanaan (BUiLD)

UAD Hadiri Pertemuam Konsorsium ke-7 Project Erasmus+ Manajemen Kebencanaan (BUiLD)

JURNALNUSANTARA.NET – Sebagai lanjutan dari kegiatan institutional visit atau visitasi kemajuan project Erasmus+ Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUiLD) yang diselenggarakan di UAD pada 22 Agustus 2022, Ida Puspita, MA.Res,(Koordinator Hibah Erasmus+ UAD dan Kepala Bidang Kerja Sama Luar Negeri), Dholina Inang Pambudi, M.Pd (Kepala Ahmad Dahlan Disaster Management Center) dan Oktomi Wijaya, SKM, M.Sc (Wakil Ketua BUiLD Erasmus+ dan Koordinator Kerja Sama dan Pendidikan/Pelatihan Ahmad Dahlan Disaster Management Center) menghadiri Consorsium Meeting Serries 7 yang diselenggarakan pada 25-26 Agustus 2022 di Universitas Muhammadiyah Palu.

Project BUiLD ini merupakan hibah internasional Erasmus+ kedua yang diterima oleh UAD dari total empat hibah Erasmus+ yang didapatkan sejak tahun 2017-2022 dengan pendanaan dari Uni Eropa.

Ke empat hibah Erasmus+ ini diinisiasi dan dikoordinatori oleh Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional UAD bekerja sama dengan unit, Prodi dan fakultas terkait topik projectnya.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Prof Dr H Rajindra, SE, MM (Rektor Universitas Muhammadiyah Palu) yang diwakili oleh Ketua Project BUiLD Unismuh Palu, Fikriani Aminun Omolu, SS, M.Hum, M.Pd, dan Nadine Sulkowski (Koordinator BUiLD Project dari University of Gloucestershire Inggris). Kegiatan ini diisi dengan Workshop Virtual Reality Development dan Pre-workshop Meeting Virtual Reality Development yang disampaikan oleh perwakilan dari Institute of Porto Portugal.

Pada sesi ini, IP Portugal mendampingi semua peserta untuk mencoba aplikasi Virtual Reality kebencanaan yang dikembangkan oleh IPP sebagai salah satu luaran dari project BUiLD ini.

Sesi VR kebencanaan ini diadakan untuk melatih peserta dalam mengoperasikan aplikasi VR gempa yang dikembangkan oleh IPP Portugal dalam project ini. Aplikasi ini nantinya dapat digunakan di Pusat Studi Kebencanaan masing-masing universitas sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan kesadaran dan ketangguhan bencana.

Pada hari kedua, seluruh tim mengunjungi daerah-daerah yang terdampak tiga bencana alam di Palu pada tahun 2018:gempa, tsunami dan likuifaksi, Masjid Terapung dan Jembatan Kuning, Balaroa dan Petobo. Setelah acara dilanjutkan dengan presentasi tentang Curriculum Development Workshop yang disampaikan oleh University of Copenhagen Denmark, Riset Kebencanaan oleh University of Gloucestershire, dan Quality Management and Development of Future KPIs oleh Hafelakar Austria.

Ida Puspita, Koordinator Hibah Erasmus+ UAD dan Kepala Bidang Kerja Sama Luar Negeri UAD menyampaikan, salah satu luaran hibah Erasmus+ Manajemen Kebencanaan adalah terbentuknya asosiasi nasional yang bergerak dalam bidang manajemen kebencanaan yang diinisiasi oleh ke delapan penerima hibah Erasmus+ BUiLD ini.

“Asosiasi ini diharapkan dapat meneruskan kegiatan-kegiatan yang diinisiasi dari hibah BUiLD ini dan menjadi hub bagi edukasi kebencanaan, respon dan kegiatan-kegiatan pascabencana termasuk di antaranya yang mendukung tridharma perguruan tinggi,” ungkap Ida Puspita, Selasa (30/8/2022). (fan)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru