Saturday, November 26, 2022
Jurnal Nusantara
HomeNasionalPenerapan Teknologi di Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Perhatikan Asas Kerahasiaan

Penerapan Teknologi di Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Perhatikan Asas Kerahasiaan

JURNALNUSANTARA.NET – Salah satu hal yang menarik dalam permusyawaratan adalah pilihan pimpinan. Terkait hal ini, gelaran Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah melalui perjalanan panjang, termasuk dalam penerapan teknologi.

Dalam Doorstop Afiliasi seri #10 dengan tema “E-voting dalam Pemilihan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48”, Budi Setiawan selaku Panitia Pemilihan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, menyampaikan, hingga tahun 1990 Muktamar Muhammadiyah da ‘Aisyiyah menerapkan pemilihan secara manual.

Budi mengisahkan, pada muktamar tahun 1990, ia yang juga bertugas selaku Asisten Panitia Pemilihan harus berhadapan dengan adanya selisih penghitungan suara. “Hal ini menyebabkan penghitungan suara harus diulang dua kali,” kenangnya.

Belajar dari pengalaman tersebut kemudian pada tahun 1995, yakni Muktamar di Aceh, Budi melakukan inisiatif untuk menggunakan sistem penghitungan menggunakan program lotus.

Selanjutnya, pada Muktamar tahun 2000 di Jakarta panitia menggunakan penghitungan suara dengan program Excel.

Kemudian, pada tahun 2005 di Malang, Jawa Timur, dengan dibantu tim IT kerja dari panitia pemilihan semakin dipermudah dengan dibuatnya sistem penghitungan suara.

“Kalau dulu muktamar sejak 2005 kita melakukan e-counting, pemilihannya manual, tetapi penghitungannya melalui sistem teknologi,” terang Budi.

Kemajuan teknologi saat ini, disebut Budi, telah membawa Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah menggunakan e-voting.

“Sistem e-voting menjadikan proses pemilihan dan penghitungan suara menjadi lebih ringkas dan cepat dengan penerapan teknologi,” katanya.

Dengan menggunakan sistem e-voting ini, Budi meyakinkan bahwa kerahasiaan pilihan tetap menjadi perhatian yang utama.

Ditambahkan Iwan Setiawan, Wakil Sekretaris Panitia Pusat Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, hal itu menjamin kerahasiaan setiap pemilih dalam sistem e-voting yang dikembangkan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Dalam proses pemilihan nanti, Iwan menyebut para pemilih akan diberikan kartu token yang dicetak secara generik dan diberikan secara acak kepada para pemilih.

Dari kartu token tersebut pemilih akan mendapatkan QR Code yang harus digunakan untuk membuka aplikasi pemilihan.

Sistem tersebut memungkinkan tidak ada campur tangan antara hak akses token dengan nama pemilih. “Sehingga kerahasiaan terjamin,” terang Iwan.

Untuk memastikan sistem e-voting yang dibangun berjalan lancar, Budi menyampaikan bahwa panitia akan melakukan tiga kali simulasi.

Simulasi pertama, sudah dilaksanakan dengan mengundang sekitar 100 orang. Simulasi awal diundang 100 orang untuk melakukan e-voting, yaitu dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Solo Raya. “Dan alhamdulillah berlangsung dengan cepat,” ujar Budi.

Hal yang menarik, dari simulasi tersebut kelompok ibu-ibu ‘Aisyiyah adalah yang paling cepat selesai dan tertib dalam melakukan e-voting.

Hal itu disebut Shoimah Kastolani selaku Panitia Pemilihan Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah, membuat optimis pemilihan secara e-voting akan berlangsung lancar.

Melihat kondisi tersebut Shoimah Kastolani optimis. “Jika kita ada kemauan, maka semuanya bisa kita lalui dan menjadi karakter kita bersama anggota Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk menjaga ketertiban,” kata Shoimah Kastolani.

E-voting pada Muktamar ke-48 ini, disebut Shoimah, menjadi yang pertama kali. Untuk itu, ia meminta seluruh peserta muktamar untuk dapat turut mewujudkan sukses muktamar.

“Mari kita wujudkan sukses muktamar dengan saling mengingatkan, saling menghormati dan saling percaya di antara kita,” ungkap Shoimah Kastolani.

Acara pemilihan dalam gelaran muktamar adalah salah satu acara penting. “Tetapi bukan satu-satunya,” kata Budi.

Oleh karena itu, Budi berharap agar seluruh peserta dapat membawa amanah untuk melaksanakan muktamar ini dengan sebaik-baiknya.

Dan, Muktamar ke-48 kali ini akan membawa berkah bagi perjalanan Muhammadiyah untuk semakin mantap menjalankan syiar dan visi dakwahnya, terutama di era digital. (fan)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
dummy_iklan

berita populer

komentar terbaru